Gawang Bola “Ikut Meramaikan” Launching Silat Tradisi di SMKN 4 Payakumbuh
Mbot
Penulis Berita
43 views
Payakumbuh — Acara launching Silat Tradisi di SMKN 4 Payakumbuh yang digelar pada Sabtu, 24 Januari 2026, berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat nilai pelestarian budaya Minangkabau. Sejak pagi, suasana sekolah sudah ramai oleh peserta, guru, tamu undangan, hingga penonton yang datang ingin menyaksikan penampilan silat tradisi yang menjadi kebanggaan bersama.
Lapangan sekolah yang menjadi pusat acara terlihat hidup. Di sudut-sudut area, terdengar suara panitia memberi arahan, peserta yang melakukan pemanasan, dan para penonton yang tak henti-hentinya mengabadikan momen dengan ponsel. Beberapa siswa bahkan tampak sudah “pasang gaya” sejak awal, seolah siap tampil bukan hanya di hadapan undangan, tetapi juga di hadapan kamera teman-temannya.
Launching Silat Tradisi ini menjadi momen penting karena menandai langkah sekolah dalam memperkuat pelestarian seni bela diri tradisional di kalangan generasi muda. Penampilan demi penampilan berlangsung dengan penuh percaya diri. Gerakan tegas, langkah terukur, serta ekspresi para peserta menunjukkan bahwa silat bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga warisan budaya yang memiliki filosofi dan nilai-nilai luhur.
Namun, di tengah khidmat dan tertibnya acara, terjadi momen tak terduga yang langsung membuat suasana berubah… dari serius menjadi “komedi tipis-tipis”.
Sebuah gawang bola yang berada di sekitar lapangan tiba-tiba roboh dan menimpa salah satu peserta saat acara berlangsung. Kejadian itu sempat membuat beberapa orang terkejut. Ada yang refleks menutup mulut, ada yang langsung berdiri, dan ada pula yang spontan berkata, “Eh astaga!”
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan cedera serius. Peserta yang tertimpa gawang justru bangkit dengan santai sambil tersenyum, seolah ingin memberi tahu semua orang bahwa ia baik-baik saja. Bahkan, ekspresi santainya itu membuat suasana tegang yang sempat muncul langsung hilang dalam hitungan detik.
Para penonton yang tadinya kaget, tak lama kemudian ikut tertawa karena situasinya aman dan terkendali. Beberapa orang terdengar berkomentar lucu, “Itu gawang kayaknya mau ikut tampil juga!” Ada pula yang nyeletuk, “Gawangnya terlalu semangat launching silat tradisi,” yang sontak membuat orang-orang di sekitar ikut ngakak.
Momen itu menjadi pembicaraan ringan di antara tamu undangan. Bahkan ada yang bercanda, “Silatnya belum mulai, gawang duluan yang jatuh,” sementara yang lain menambahkan, “Berarti launching-nya sukses… sampai gawang pun ikut tumbang!”
Panitia acara pun bergerak cepat dan sigap. Lokasi segera diamankan, gawang dipindahkan agar tidak mengganggu jalannya kegiatan, dan panitia memastikan peserta yang tertimpa benar-benar dalam kondisi baik. Respons cepat ini membuat acara tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Setelah situasi terkendali, peserta kembali fokus menunjukkan kemampuan mereka. Penampilan silat tradisi Minangkabau tetap memukau, dengan gerakan yang kuat dan penuh wibawa. Semangat pelestarian budaya yang menjadi tujuan utama acara tidak luntur sedikit pun — malah semakin terasa hangat karena ada momen kebersamaan yang membuat semua orang merasa dekat.
Meski diwarnai kejadian lucu, acara launching Silat Tradisi di SMKN 4 Payakumbuh tetap sukses dan meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya tentang pelestarian budaya yang penuh makna, tetapi juga tentang kebersamaan — bahwa acara penting pun bisa tetap terasa akrab, ringan, dan penuh tawa.
Dan tentu saja, hari itu bukan hanya silat yang jadi sorotan… gawang bola pun berhasil “mencuri panggung” sebentar.